Omah Sinau Solo
Sambang Tani Pemuda Tani Klaten
Dropship Market Place
Tidak
melulu membahas sesuatu yang berhubungan dengan mental spiritual. Kajian
Universal bekerja sama dengan Omah Sinau Solo menyelenggarakan "Pelatihan
Digital Marketing". Mengusung tema dropship marketplace, kami turut
mengundang praktisi sekaligus mentor dbidangnya, mas Narayana Di
Prasetya.
Berlokasi di salah satu meeting room RM
Sederhana, peserta yang rerata berusia muda, berlatih skill berselancar di
dunia maya dalam rangka mencari rezeki.
Memang, di era serba digital saat ini,
tidak elaok rasanya jika kita tidak membekali diri dengan pengetahuan dunia
digital. Dimana semua lini kehidupan terisi dan dengan mudah dapat diakses
melalui satu atau dua perangkat elektronik saja.
Begitupun dengan rezeki, rasa - rasanya,
cara pencarian konvensional akan memakan waktu lebih lama jika tidak ditunjang
dengan digitalisasi sistem pencarian rezeki.
Mentor acara hari itu pun sampaikan
demikian, semakin tinggi teknologi dan peradaban manusia, maka segala kemudahan
tentu akan bisa didapatkan. Begitu pula rezeki, semakin lihai kita memanfaatkan
momemtum, semakin deras juga aliran rezeki kita.
Apalagi dengan dunia digital, barang yang
kita tawarkan tidak hanya akan menjangkau kelas lokal saja, tapi mampu sampai
di penjuru dunia manapun, selama barang yang kita pasarkan memenuhi persyaratan
yang harus dipenuhi.
Pun disampaikan juga dari mentor, bahwa kemudahan
teknologi, jika tidak diimbangi dengan akhlak dari penggunanya, akan
menimbulkan malapetaka hebat, bagi keberlangsungan hidup ummat.
Pada workshop hari itu, hanya dijelaskan
mengenai kulit dari sistem marketplace, waktu yang membatasi serta antusiasme
peserta dalam bertanya dan berdiskusi, rupanya menjadi isyarat yang harus
dipenuhi panitia, bahwa pertemuan seperti ini bisa dilaksanakan kembali.
Para peserta lebih banyak yang berasal
dari luar kota Solo ternyata. Tercatat peserta paling jauh berasal dari kota
Tegal.
Pemuda Kudu Bakoh
Dibulan
baik, September 2020, Kajian Universal kembali mengadakan event berlokasi di
kukusan cafe, dirilis event tersebut di 4 tanggal yang berbeda 14, 15, 16 dan
17. Mengusung semangat muda mudi millenial, tajuk event diskusi kali ini adalah
"Pemuda Kudu Bakoh".
Kembali bekerjasama dengan komunitas
bimbingan hijrah muda, dengan narasumber mas tri, diskusi berjalan dengan
serius namun santai. kupasan utama diskusi kali ini seputar bagaimana menjadi
pemuda yang mampu menjadi pioner di era gempuran ideologi barat, timur bahkan
trend kekinian dengan drakor dan segala sesuatu yang tersemat dengan itu.
Meluncur dengan santai bab pertama dari
diskusi, bagaimana memulai "hijrah" dari kondisi pemuda yang loyo
dengan aktivitas rebahan, menuju satu titik balik kondisi semangat, gairah dan
memiliki etos kerja tinggi. Semua konsep "hijrah" itu ternyata mesti
dimulai dari aktivitas personal pribadi masing - masing. menumbuhkan semangat
itu ternyata juga bukan perkara yang gampang, butuh komitment.
Komitment awal adalah janji moral agar
diri ini memiliki "kantung" energi cukup untuk meyerap segala sesuatu
yang sifatnya positif dari alam. Tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh,
tidak berdusta dalam pengertian seluas luasnya menjadi titik awal menjadi
pribadi generasi muda "bakoh" dalam berhijrah.
Selepas peserta sepakat dengan itu semua,
maka dimulailah inti dari diskusi menuju pemuda bakoh, seperti yang sudah
diketahui, bahwa segala sesuatu yang tercipta memiliki keterikatan utama, masa,
ruang dan waktu. Dalam penciptaan satu individu pun, Sang Pencipta sudah
mengikat semua dengan itu, dilengkapi dengan satu buku panduan khusus yaitu
kitab, agar mampu menjadi penerang dalam mengarungi semua keterikatan itu,
diharapkan benar - benar setiap individu mengenal Sang Pencipta dengan cara
membaca kitab dan melihat dari alam kemudian berpikir, bagaimana Sang Pencipta
bekerja dan berkehendak saat ini.
Bukan perkara yang mudah memang, tetapi
juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan selama kita masih memegang
komitmen diawal. Ketertarikan luar biasa dari peserta mulai naik tatkala
ternyata ketika kita mampu berkomitment, menjaganya, kemudian mengenal benar
Sang Pencipta lewat kitab dan alam, mampu mengubah segala hal dan memberikan
solusi masalah - masalah yang ada. Entah itu dari rejeki, kemudahan -
kemudahan, bahkan terkait dengan pahala dan dosa.
Sesungguhnya manusia yang dikaruniai
kelebihan berupa akal dan dia mampu untuk mengoptimalkan fungsinya, maka
kemudahan akan didapat. Masalahnya jika manusia yang berakal dia tidak mengenal
Sang Pencipta dengan benar, yang terjadi bukan kesejahteraan dan kedamian yang
didapat, namun berubah menjadi masalah dan kerusakan yang nyata, bukannya dapat
pahala dan balasan yang baik, namun mendapatkan kutuk dan laknat serta dosa
yang besar.
Kunci dari segala kunci menjadi Pemuda
Bakoh di era ini fokus kepada, mulailah dahulu mengenal Sang Pencipta dengan
benar melalui kitab dan alam, berkomitment dengan selalu bersih dan memiliki
rasa takut kepada Sang Pencipta. Semua itu memiliki landasan kuat karena cara
berfikir manusia akan mengubah tindakan, tindakan akan mengubah kebiasaan,
kebiasaan akan mengubah karakter, karakter akan mengubah kenyataan. Semuanya
sekali lagi dimulai dengan menjaga komitment agar diri senantiasa dalam kondisi
bersih.
Banyak dari peserta pada akhir sesi masih
saja menghendaki ngobrol di acara penutupan, akhirnya disesi paripurna, dalam
balutan acara makan, ngobrol pun berlanjut.
7 Langkah Masuk Surga
Beberapa waktu yang lalu tepatnya Tgl 24 & 25
Oktober 2020 sekira pukul 14:00 - 17:00 bertempat di Warung Kukusan Boyolali
terselenggara acara kajian sekaligus diskusi Kajian Universal bekerjasama
dengan Bimbingan Hijrah Muda.
Peserta
hadir rata rata dari pendaftar online melalui instagram maupun facebook.
Peserta yang di dominasi kawula muda generasi milenial ini berjalan dengan
seru.
Narasumber
dari Kajian Universal, Mas Budi menyampaikan materi yang cukup menggelitik
pikir dari generasi milenial, "7 langkah masuk surga dunia" menjadi
satu topik diskusi yang sangat seru ternyata.
Dimana
tidak pernah terpikir bagi generasi ini tentang apa itu surga dunia, mereka
pikir surga itu sesuatu yg didapat setelah melewati kematian. Ternyata tidak
demikian adanya, surga dunia itu memang ada, dimana itu ditandai dengan suatu
kondisi damai dan sejahtera.
Satu
bentuk kehidupan yang hanya bisa di raih dengan perjuangan dengan minimal
melawan "Naff su" diri sendiri. Karena hancurnya satu kondisi dimulai
dengan berkumpulnya "naff su" pribadi tanpa dasar kebenaran yang
berkumpul dalam satu ikatan yang sama, terstruktur, tersistem, mengakibatkan
rusaknya semua tatanan hidup dan berkehidupan.
Jika
dalam literasi kitab dijelaskan bahwa Tuhan telah memberi manusia petunjuk
untuk digunakan sebagai panduan dalam hidup dan berkehidupan, maka semestinya
jika manusia hidup sesuai fitrah ketetapanNya, seharusnya kehidupan hari ini
menjadi surga bagi semua ummat manusia.
Kenyataannya
ternyata tidak, kehidupan yang terjadi berbanding terbalik, semua orang dari
seluruh lapisan masyarakat, baik nasional maupun internasional merasakan satu
ketidakpastian dalam mereka melaksanakan semua aktivitas mereka hari ini.
Termasuk generasi muda hari ini, banyak hal yang terjadi karena pelanggaran -
pelanggaran terhadap ketetapan - ketetapan Tuhan. Mulai dari rusaknya moral
hingga berimbas pada nasib mereka sendiri dimasa depan.
KOMUNITAS SEDEKAH ILMU (OMAH SINAU SOLO)
BERBAGI REZEKI "ILMU"
Sambang Tani Pemuda Tani Klaten
Pada kesempatan beberapa waktu lalu, diawal Agustus 2022, kami dari Omah Sinau Solo, mengikuti acara undangan yang diselenggarakan Komunitas...
-
Beberapa waktu yang lalu tepatnya Tgl 24 & 25 Oktober 2020 sekira pukul 14:00 - 17:00 bertempat di Warung Kukusan Boyolali terselenggara...
-
Pada kesempatan beberapa waktu lalu, diawal Agustus 2022, kami dari Omah Sinau Solo, mengikuti acara undangan yang diselenggarakan Komunitas...
-
KOMUNITAS SEDEKAH ILMU (OMAH SINAU SOLO) BERBAGI REZEKI "ILMU" Dalam rangka berbagi Ilmu, Komunitas Sedekah Ilmu (Omah Sinau Sol...


