Sambang Tani Pemuda Tani Klaten



Pada kesempatan beberapa waktu lalu, diawal Agustus 2022, kami dari Omah Sinau Solo, mengikuti acara undangan yang diselenggarakan Komunitas Petani Muda Klaten.

Bertempat di Joglo Tani, kami mendapatkan inspirasi dari wilayah pertanian, dengan mengangkat pertanian berbasis IT, benar saja, sesuai dengan gambaran Kitab dan relevan dengan kondisi hari ini. Dimana jumlah manusia bertambah menurut deret ukur, tidak diikuti oleh penambahan jumlah pangan yang mencukupi karena bertambah menurut deret hitung (Thomas R.Maltus).

Dalam kutipan Kitab dijelaskan dalam bahasa perumpamaan :

Surah Yusuf, Verse 43:

وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّي أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي رُؤْيَايَ إِن كُنتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُونَ

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi".

Dalam surat tersebut seorang penguasa bertanya kepada para kaum cerdik cendekia tentang mimpi yang dia alami. tetapi tidak semua mampu menjelaskan tabir mimpi tersebut, sampai akhirnya datang Yusuf, yang akhirnya membuka selubung tabir mimpi tersebut.

Kondisi seperti ayat diatas, tidak menutup kemungkinan terjadi hari ini, jika merujuk pada aksioma teori Thomas R Maltus. Krisis yang dimulai saat ini seolah menjadi penanda bahwa kondisi bumi, dunia pada umumnya dan kita yang ada di negeri ini pada khususnya tidak sedang dalam keadaan baik - baik saja. 

Ditambah dengan semakin berkurangnya minat generai muda  beregerak, berkontribusi dalam bidang pertanian, semakin membuat terang tabir mimpi diatas baka menjadi kenyataan. Ketidakharmonisan kita dengan alam akan membuat kita terperosok dalam jurang krisis.

Tidak semua manusia mampu menangkap pesan yang tersampaikan melalui alam, hanya kepada insan yang bersedia berpikir saja ternyata Sang mencipta memilih, kepada siapa saja dia yang bersedia untuk tunduk, maka kepadanya pula akan diberikan petunjuk untuk mampu menangkap semua pesan yang hari ini Sang pencipta sampaikan lewat Semesta. 

Maka apakah kita termasuk manusia yang berpikir ?  




 

Sambang Tani Pemuda Tani Klaten

Pada kesempatan beberapa waktu lalu, diawal Agustus 2022, kami dari Omah Sinau Solo, mengikuti acara undangan yang diselenggarakan Komunitas...