Pemuda Kudu Bakoh

 




Dibulan baik, September 2020, Kajian Universal kembali mengadakan event berlokasi di kukusan cafe, dirilis event tersebut di 4 tanggal yang berbeda 14, 15, 16 dan 17. Mengusung semangat muda mudi millenial, tajuk event diskusi kali ini adalah "Pemuda Kudu Bakoh".

Kembali bekerjasama dengan komunitas bimbingan hijrah muda, dengan narasumber mas tri, diskusi berjalan dengan serius namun santai. kupasan utama diskusi kali ini seputar bagaimana menjadi pemuda yang mampu menjadi pioner di era gempuran ideologi barat, timur bahkan trend kekinian dengan drakor dan segala sesuatu yang tersemat dengan itu.

Meluncur dengan santai bab pertama dari diskusi, bagaimana memulai "hijrah" dari kondisi pemuda yang loyo dengan aktivitas rebahan, menuju satu titik balik kondisi semangat, gairah dan memiliki etos kerja tinggi. Semua konsep "hijrah" itu ternyata mesti dimulai dari aktivitas personal pribadi masing - masing. menumbuhkan semangat itu ternyata juga bukan perkara yang gampang, butuh komitment.

Komitment awal adalah janji moral agar diri ini memiliki "kantung" energi cukup untuk meyerap segala sesuatu yang sifatnya positif dari alam. Tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh, tidak berdusta dalam pengertian seluas luasnya menjadi titik awal menjadi pribadi generasi muda "bakoh" dalam berhijrah.

Selepas peserta sepakat dengan itu semua, maka dimulailah inti dari diskusi menuju pemuda bakoh, seperti yang sudah diketahui, bahwa segala sesuatu yang tercipta memiliki keterikatan utama, masa, ruang dan waktu. Dalam penciptaan satu individu pun, Sang Pencipta sudah mengikat semua dengan itu, dilengkapi dengan satu buku panduan khusus yaitu kitab, agar mampu menjadi penerang dalam mengarungi semua keterikatan itu, diharapkan benar - benar setiap individu mengenal Sang Pencipta dengan cara membaca kitab dan melihat dari alam kemudian berpikir, bagaimana Sang Pencipta bekerja dan berkehendak saat ini.

Bukan perkara yang mudah memang, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan selama kita masih memegang komitmen diawal. Ketertarikan luar biasa dari peserta mulai naik tatkala ternyata ketika kita mampu berkomitment, menjaganya, kemudian mengenal benar Sang Pencipta lewat kitab dan alam, mampu mengubah segala hal dan memberikan solusi masalah - masalah yang ada. Entah itu dari rejeki, kemudahan - kemudahan, bahkan terkait dengan pahala dan dosa.

Sesungguhnya manusia yang dikaruniai kelebihan berupa akal dan dia mampu untuk mengoptimalkan  fungsinya, maka kemudahan akan didapat. Masalahnya jika manusia yang berakal dia tidak mengenal Sang Pencipta dengan benar, yang terjadi bukan kesejahteraan dan kedamian yang didapat, namun berubah menjadi masalah dan kerusakan yang nyata, bukannya dapat pahala dan balasan yang baik, namun mendapatkan kutuk dan laknat serta dosa yang besar.

Kunci dari segala kunci menjadi Pemuda Bakoh di era ini fokus kepada, mulailah dahulu mengenal Sang Pencipta dengan benar melalui kitab dan alam, berkomitment dengan selalu bersih dan memiliki rasa takut kepada Sang Pencipta. Semua itu memiliki landasan kuat karena cara berfikir manusia akan mengubah tindakan, tindakan akan mengubah kebiasaan, kebiasaan akan mengubah karakter, karakter akan mengubah kenyataan. Semuanya sekali lagi dimulai dengan menjaga komitment agar diri senantiasa dalam kondisi bersih.

Banyak dari peserta pada akhir sesi masih saja menghendaki ngobrol di acara penutupan, akhirnya disesi paripurna, dalam balutan acara makan, ngobrol pun berlanjut.


Sambang Tani Pemuda Tani Klaten

Pada kesempatan beberapa waktu lalu, diawal Agustus 2022, kami dari Omah Sinau Solo, mengikuti acara undangan yang diselenggarakan Komunitas...